Semalam aku bertanya sama petugas dari BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) yang kebetulan 1 stand bareng aku, aku bertanya banyak sama dia, dan dia pun dengan semangat menjawab pertanyaan-pertanyaanku.
Aku tanya, pak energi perbandingan energi antara Uranium dan Batubara gimana ya pak ? dan dia menjawab, bahwa energi 1 kg Uranium adalah setara dengan 1000 Ton Batubara. Wow, besar sekali energinya pikirku, gila, 1000 ton batubara cukup diganti dengan 1 kg Uranium, luar biasa.
Terus aku bertanya tentang Safetynya, dan dia menjawab sangat safety / aman, aku berpikir andai di daerahku dibangun PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) pasti gak bakal mati lampu lagi, dan aku gak kuatir dengan teknologi ini, karena negara lain pun telah banyak membangun banyak sekali PLTN, contoh Jepang, Korea, Argentina, Rusia, Amerika, dll bahkan di Jepang, PLTN di bangun di pinggir pantai lokasi pariwisata, dan gak ada masalah tuh, orang tetap bisa wisata di pinggir pantai, Kapal Induk Amerika pun pakai Nuklir sebagai bahan bakarnya, makanya bisa betah jalan2 keliling dunia tanpa ngisi bahan bakar selama bertahun-tahun.
Jadi kapan ya Nuklir bisa di manfaatkan di daerahku, karena daerahku juga punya potensi Uranium yang sangat besar yang belum dimanfaatkan semaksimal mungkin…
nuklir… yah, seperti buah simalakama tampaknya…
satu sisi sangat membantu tetapi di sisi lain sangat berbahaya bagi umat manusia
tapi pada akhirnya mungkin ini adalah salah satu cara untuk memecahkan masalah energi di dunia ini, tul gak?
tapi, ngomong-ngomong memang bener, kapal induk amerika yang bisa membawa hampir seratus pesawat tempur itu memang berbahan bakar nuklir…
jadi, siapa bilang amerika tidak memanfaatkan nuklir untuk bidang militer,
tapi kok aneh ya, jenggotnya paman sam kebakaran saat tau iran juga memproduksi uranium…
mungkin paman sam takut uraniumnya iran dipake buat perang..
nitip pesan nih buat iran, “hati-hati dengan limbah nuklirnya.. tapi kalo mau di buang… buang aja ke laut indonesia,, ntar nego, pokoknya cincailah.. gak susah persyaratannya, singapura aja pernah ekspor lumpur ke sini”
Bagi sebagian negara berkembang, teknologi nuklir seolah menjadi hal yang menjanjikan, baik sebagai solusi pemenuhan kebutuhan energi maupun sebagai simbol penguasaan teknologi. Sayangnya, anggapan ini tidak selalu benar. Cerita pengalaman kelam beberapa negara berkembang dalam membangun PLTN dapat dibaca di infoenergi.wordpress.com.
Sayi pikir nuklir adl opsi yg terbaik untuk diversifikasi energi. Apalagi 2012 akan dimulai carbon trading. News terbaru, German menyumbang Dephan sekian juta dollar untuk konservasi hutan. Kaca mata saya, German berusaha memberi uang muka untuk membeli carbon dari beberapa area hutan. Lumayan, 1 ton Carbon mencapai 40 Dollar USA, dan lima tahun lagi bisa mencapai 120 Dollar USA. Usaha mengganti PLTU batubara yg dayanya sangat besar mrpk pekerjaan sulit mengingat opsi selain nuklir memiliki kapasitas daya yg kecil.
betul, sebenarnya memang indonesia sudah memiliki PLTN, mengingat kebutuhan energi yang sangat tinggi, sedangkan pembangkit yang kita miliki mempunyai biaya operasional sangat mahal, sedangkan kalau pake PLTN (katanya) akan jauh lebih murah per KWh-nya. oh iya mengenai nuklir di militer amerika, memang benar mereka memiliki kapal induk yang berbahan bakar nuklir tepatnya ada 11 buah kapal, satu USS enterprise yang menggunakan sebuah reaktor dan 10 lagi dari kelas nimitz yang lebih besar dengan dua buah reaktor didalamnya. ia bisa digunakan untuk propulsi penggerak kapal seberat 90.000 ton lebih, dan luar biasanya mereka hanya di isi ulang setiap 20 tahun! selain di kapal induk, beberapa kapal selam pun menggunakan propulsi nuklir. selain itu amerika juga mempunyai ratusan misil/rudal berhulu ledak nuklir yang jelas2 bisa digunakan untuk menyerang bangsa lain, yah biasa lah mereka mah bangsa yang munafik! iri sama kemajuan orang lain. tapi memang sih sampai sekarang bom2 nuklir itu belum pernah digunakan, karena amerika (ataupun russia dan negara2 pemilik arsenal nuklir lainnya) hanya menggunakan senjata nuklir sebagai unsur deterance (penggetar) saja, (katanya) untuk menjaga stabilitas keamanan global. wallahu alam sih.
koreksi untuk diatas:
betul, sebenarnya memang indonesia HARUSNYA sudah memiliki PLTN….
Betul sekali perbandingan bahwa 1kg uranium setara dengan 1000 ton batubara, dalam arti energi yang dihasilkan dari proses tersebut. Selain itu panas yang dilepaskan oleh PLTN sangat bersih dan tidak membawa unsur2 yang bersifat radioaktif. Berbeda dengan PLT non nuklir seperti batubara yang akan membawa unsur2 khas hasil pembakaran bahan bakar karbon, seperti NOx, SOx pada saat melepaskan panas ke udara, jelas akan menambah polusi dong..Kualitas batubara juga sangat berpengaruh, batubara dengan kandungan abu yang tinggi jelas akan lebih polutif, sedangkan unsur sulfur pada batubara jelas akan membuat turbin lebih cepat korosi.
Untuk faktor keselamatan PLTN juga sangat ketat, mulai dari survey penentuan lokasi sampai pembangunan PLTN semuanya diawasi secara ketat oleh IAEA (International Atomic Energy Agency). Buktinya, di Indonesia kita punya 3 reaktor penelitian dan semuanya tidak bermasalah. Penggunaan nuklir di rumah2 sakitpun tidak bermasalah sampai saat ini.
Contoh lain PLTN di Three Mile Island (USA) pernah mengalami kecelakaan dan secara otomatis semua kegiatan berhenti (otomatic shut down) dan kebocoran reaktor hanya terjadi dan terkungkung di dalam selubung reaktor dan tidak sampai lepas ke lingkungan. Jangan hanya melihat kecelakaan di chernobyl terus, model reaktor itu kan memang cacat dan model yg begituan mah udah gak kepake….
Andaikan PLTN jadi dibuat di Indonesia pasti kita gak perlu berpusing menghemat listrik dengan alasan akan kena “denda” dari PLN apabila pemakaian berlebih (alasan aneh yg dibuat2 PLN untuk menaikkan TDL…brengsek!!!).
Jadi…Ayo kita dukung pembangunan PLTN…masak udah moderen gini mo masuk ke ‘JAMAN KEGELAPAN” lagi hihihi…
pisss (^_^)
Setuju banget boss,. kapasitas energy uranium emang besar & dahsyat banget, tinggal bagaimana kita memanfaatkan besaran energy tersebut, mustinya kita sebagai bangsa yang besar musti kudu punya PLTN, kecuali kalo kita mau mundur terus.. ampe bantet tuh pertumbuhan ekonomi bangsa, coba bayangin kalo 5 pulau besar kita masing2 berdiri 1 PLTN, wah begitu terangnya Indonesia
dan pasti lebih ekonomis, karena kita punya kok sumber uranium,.. ga usah beli mahal2, silakan dipikir.. PLTN untuk kemanusiaan dan Indonesia yang lebih baik
Piss juga..
Lagi 2x pembodohan yang di gong kan oleh manusia2x dari paman sam, mereka bilang uranium berbahaya, (jelas berbahaya kalo di jadikan bahan peledak) sperti juga bensin ataupun minyak tanah (bisa membakar dan merusak)
Banyak sekali propaganda mereka yang sangat tamak dengan kapital dan ingin menguasai seluruh segi kehidupan dunia….
semua yang berlawanan arah dilibas………
awalnya mereka mendoktrin komunis berbahaya, karena saat itu komunis adalah paham perekonomian yang paling berbahaya untuk Kapitalis, bukan soal bunuh-bunuhan seperti di Indonesia komunis seolah berwajahkan sayatan silet, guratan palu arit atau bacokan golok. padahal notabene setelah dipelajari tanpa membawa2x sikap apriori, jelas komunis hampir mirip dengan koperasi (bawaannya Bung Hata)
soal komunis dan soviet, doktrinasi amerika sangat kenceng mulai dari film mat gayver, knight rider sampe game anak2x semua dibuat dengan kondisi bahwa rusia atau soviet sebagai gudang mafia, penjahat kelas kakap atau manusia berengsek gak ketulungan…
al hasil runtuhlah Uni Soviet dan terpecah….
Juga musuh dari para pemikir belakang layar amerika alias pemikir yahoo di, mereka sangat tidak senang dengan Nazi, maka doktrinasi dari game anak2x sampai film holiwood murahan pun seolah memusuhi Nazi…
Lagi tentang perang Vietnam, kejahatan mereka ditutupi oleh film 2x seperti tour of duty, Rambo dll, yang lagi2x mereka keluar menjadi hero….
Soal sumber daya, yaitulah soal uranium yang sekonyong2x mau dia yang pegang teknologinya sendiri, para pejabat dan pemegang kekuasaan terdahulu di bodohi bahwa Tambang di Irian adalah semata hanya tambang emas, padahal konon lebih banyak uranium terkandung disana dari pada emas…. dan saat inilah masyarakat amerika bisa lebih sejahtera lantaran sumber daya kita.
Konon keluarga penguasa saat terjadi perjanjian jangka panjang pengelolaan tambang di Irian alias freeport, mereka mengantongi 27% profit dari hasil tambang tersebut , al hasil saat ini yang sangat teramat kaya yaitu AMERIKA dan keluarga ex penguasa RI…
Sedih emang menjadi penanggung dari kebodohan dan ketamakan, namun tetap semangat, besok jangan pilih partai yang orangnya masih yang kemaren :
- yang kemaren bermasalah sekarang jadi sedikit kelihatan lebih suci
- yang kemaren sibuk jual-jual aset dan tukang ngambek sekarang ngotot ikutan capress
- yang kemaren nembakin mahasiswa sekarang bilang mau bangkitin negara
- yang kemaren ketahuan gak pernah sekolah tiba2x mau ikutan jadi Caleg
- yang kemaren mafia sekarang jadi panitia
- eh ada juga yang 10 tahun lalu teriak2x reformasi, sekarang menjadi pendekar berwatak jahat
maka mereka menyebut “Aku bersaksi tiada tuhan selain uang, dan aku bersaksi akulah utusan masyarakat yang paling pantas dan sebenar-benarnya utusan”
pola pikir acak2x an di sini, jadi wajar kalo sini juga acak2xan, karena ini bangsa sangat kronis,
tak kelihat 10 atau 20 tahun kedepan apakah ada perubahan, atau 10 atau 20 tahun kedepan bangsa
ini akan gulung tikar, karena harus membayar mahal untuk tempat tinggalnya sendiri………….
Astaghfirullah !!
sebenarnya kalau indonesia mau menerapkan teknologi nuklir untuk kesejateraan umat manusia bisa kok,bayangkan aza negara kita cadangan uranium pun cukup untuk itu, sekarang masalahnya indonesia siap nga dengan sumber daya manusianya karena teknologi nuklir membutuhkan orang2 yang handal dan berdisiplin tinggi. alangkah bodohnya kita sebagai bangsa hanya bisa didekte oleh kekuatan amerika yang mengatakan bahwa nuklir itu sangat bahaya dengan segala resikonya padahal kalau dikelola secara bertanggung jawab uranium bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk orng banyak dan yang jelas epesien walaupun teknologi untuk mengelola tsb mahal.
Klo neg2 barat pd sirik, iri n gk mo dajk sharig teknolgi tntag uranium. Mendgn kt cb kontak korea utara aj. Kt ajk krjsama bilateral (tu klo SBY brni). Dgr2 teknolgi mrka ttg uranium gk klh hebat ma neg2 barat. AS, jepg,korsel aj smp ketir2. So..kt bs win-win. Kt dksih ilmuy, n mrka kt bagi SDAy.yg ptg bs sm2 untg 50-50 dmi kmjuan bsma. Gw jamin..korut gk bkaln nolak klo dh omgn ttg uranium. Trsrh mrka mo pke dmai or pa. Klo mo dpke bt nakut2i AS jg bgs. Yg ptg kt dpt ilmuy. Trs kt kembangn ilmuy dmi kmjuan bgsa yg lbh baek. Sebel nch..tp hri pst da aj lstrk mati.
bukanya 1 gr uranium = 100 ton batubara..?
uranium wow keren banget tapi?
Jika sudah mendesak mungkin bisa dibangun di pulau teluar wilayah NKRI.
sekalian untuk meningkatkan ronda keamanan NKRI yang selama ini selalu di incar oleh bangsa yang rakus malaisia.
Indonesia kaya pulau tapi miskin untuk merawatnya dan pengawasan. Bagai mangga berbuah di tepi jalan siapa yang lewat jadi berminat. Yah bagaimana yang jadi pejabat?
wah wah aku telat nih…….ada yg marahin PLN…nyaci paman Sam…istighfar……jadi bingung nih !!! uranium untuk kemanusiaan ??? OK juga kayaknya…yang penting sih piss biar dibodohin sama paman Sam