Kemarin bersama rekan-rekan yang berjumlah sekitar 17 orang melakukan ziarah ke “Makam Juang Mandor” yang merupakan makam korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Bangsa Jepang pada tahun 1942 – 1945 kalo gak salah. Sekitar 21.000 orang menjadi korban pembantaian sadis Bangsa Jepang.
Sedih juga kalo diinget2 kekejaman yang dilakukan Bangsa Jepang tersebut, apalagi salah satu bagian dari keluarga tercinta juga turut jadi korban. Kakekku dari pihak Ayah alias Bapaknya Ayahku juga ikut diculik oleh tentara Jepang alias di jemput langsung ke rumah oleh tentara Jepang dan tak pernah kembali.
Aku masih inget cerita ayahku, bahwa kakekku dibawa sesaat setelah pulang dari pasar dan membawa belanjaan untuk istri dan anak tercinta. Masih teringat dalam benak ayahku yang didengarnya langsung dari nenekku, bahwa kakek sempat berpesan untuk masak yang enak untuk ayahku dan kemudian dia dibawa oleh Tentara Jepang entah kemana menggunakan Truk Bertangkup yang sudah berisi banyak orang Indonesia yang juga diculik.
Tapi kenapa aku sekarang belajar Bahasa Jepang ya ?
Itukan sejarah, dan aku gak dendam dengan yang mereka lakukan pada saat itu, dunia ini terus berputar, dan aku gak mau terus diliputi perasaan dendam, hal itu sebagai bukti sejarah yang gak boleh terulang…
