Bulan Pernah Membelah

24 01 2007

Bulan Pernah Membelah

Suatu ketika penduduk Mekkah meminta agar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperlihatkan tanda kenabian. Rasul pun menyanggupi. Beliau memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar membelah bulan. Ajaib, bulan benar-benar terbelah dua! Nabi berseru, “Lihatlah!”

Setelah peristiwa itu, turunlah firman Allah, “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka melihat suatu tanda, mereka berpaling dan berkata, “Sihir yang terus menerus.” (Al-Qamar: 1-2)

Suatu hari di sebuah seminar di Fakultas Kedokteran Universitas Cardiff di Wales, Inggris, awal tahun 2000-an. Hadir di situ Dr Zaglul An-Najjar, penulis buku Pembuktian Sains dalam Sunah. Seorang laki-laki berkebangsaan Inggris berdiri dan meminta izin untuk berbicara. Ia mengenalkan dirinya bernama David M Pidcock, seorang Muslim dan tengah memimpin sebuah organisasi Islam di negaranya.

Sebelumnya ia non-Muslim. Peristiwa keislamannya berawal ketika seorang sahabat Muslim meminjamkan Al-Qur’an kepadanya. Kebetulan saat itu ia tengan intens mempelajari agama-agama di dunia.

Pidcock mulai mempelajari halaman demi halaman Al-Qur’an hingga tiba pada Surat Al-Qomar: 1 – 2. Ia tak percaya isi surat itu. Maka ia langsung menutup Al-Qur’an dan meninggalkannya.

Allah rupanya berkehendak lain. Tak berapa lama kemudian ia menonton siaran televisi BBC. Seorang penyiar tengah mewancarai tiga astronom Amerika Serikat (AS) tentang aktivitas mendaratkan manusia ke bulan. Saat itu tahun 1978.

Sang penyiar mengkritik kebijakan pemerintah AS yang mengirim manusia ke bulan. Kebijakan itu telah menghabiskan biaya sekitar 100 juta dolar AS. Ini pemborosan. Bila dana tersebut diberikan kepada jutaan orang yang kelaparan akan jauh lebih berfaedah.

Para ilmuwan itu membela diri. Mereka mengatakan bahwa perjalanan tersebut telah membuktikan satu fakta penting yang seandainya mereka mengeluarkan dan berkali-kali lipat dari dana itu untuk membuat manusia yakin dan menerima fakta tersebut, tetap tak ada seorang pun yang akan mempercayainya.

Si penyiar sontak bertanya, “Fakta apa itu?”

Para ilmuwan itu menjawab bahwa bulan pada masa dahulu kala pernah terbelah, kemudian melekat lagi. Bekas-bekas yang menunjukkan fakta ini sangat terlihat di permukaan bulan sampai ke dalam perut bulan.

“Begitu mendengar ini saya langsung melompat dari kursi yang saya duduki di depan televisi dan berkata dalam hati bahwa sebuah mukjizat telah terjadi pada Muhammad 1.400 tahun yang lalu,” kata Pidcock.

“Al-Qur’an telah menyebutkannya dengan perincian yang begitu mengagumkan. Ini pasti agama yang benar,” kata Pidcock lagi. Ia pun memeluk Islam.

Peristiwa terbelahnya bulan banyak dilansir berbagai kitab hadits dan sirah berdasarkan penuturan sejumlah sahabat, di antaranya Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhum. Sejarah India dan Cina Kuno juga telah menceritakan peristiwa ini.”

Sumber : Majalah Hidayatullah – January 2007

Link Lainnya :

http://fisan.wordpress.com/2006/10/09/scientific-bulan-pun-telah-terbelah/
http://agorsiloku.wordpress.com/2006/12/01/bulan-terbelah-kita-dan-gugel/


Aksi

Information

16 responses

10 02 2007
agorsiloku

saya termasuk ragu bahwa kisah ini benar…

17 02 2007
hamba Allah

sbagai umat Islam saya patut mengimani kisah ini sebagai tanda2 dari kekuasaan Allah. Maha besar Allah Tuhan sekalian alam. Allahu Akbar !!!

23 04 2007
sakhara lana

Anda benar bulan itu pernah membelah?

20 05 2007
Gussus

Memang saudara saudara yang membaca kisah ini, bisa percaya atau tidak tetapi fakta yang ditunjukkan didalam gambar yang bisa anda lihat sendiri di Nasa File akan menjawab pertanyaan anda yang ragu ragu ……….

25 07 2007
fitrisal

meskipun aku bukan orang yg terlalu taat beragama, meskipun aku sering lalai melakukan shalat, meskipun aku suka dugem, meskipun aku banyak belajar ttg ilmu-ilmu tinggi profesor barat (amerika dan eropa), satu hal yg pasti aku selalu menggunakan akal sehatku dengan berbagai pertimbangan yg tidak didasari atas unsur pribadi tetapi lebih kepada dari siapa berita itu berasal? sesungguhnya orang-orang cerdas akal fikiran dan sehat hatinya pasti akan menuntut suatu keserasian dalam setiap ucapan tingkah laku atau perbuatan serta produk yg dihasilkan dari sesuatu atau seseorang itu. seandainya ia adalah zat ataupun orang yg dinilai dari segi apapun kebaikan selalu jauh lebih unggul dan tidak ada yg mampu menandinginya, maka aku akan mempercayai apa yg disampaikan olehnya.
seorang dosen matematika di perguruan tinggi mustahil tidak tahu cara membagi, mengali atau mengurang, walaupun ia hanyalah seorang manusia biasa. dalam menulis karya tulis kita dibiasakan untuk menulis kutipan dari buku orang-orang teruji di bidangnya. dari contoh-contoh diatas saya menilai sesuatu itu dulu. siapakah Muhammad itu? orang-orang quraisy zaman jahiliah yg tingkat kebiadabannya sudah sangat tinggi, dengan segala kerelaan hati memberikan gelar pada beliau sebagai seorang al-amin orang jujur yg dapat dipercaya. lalu siapakah Allah SWT itu? setahu ku Dia adalah tuhan yg dengan mantap dan penuh percaya diri menyatakan bahwa Ia lah Tuhan yg patut disembah. saya berpikir, apakah ada tuhan-tuhan lain yg ada di dunia ini se PD itu? apakah ajaran-ajaran yg mereka sampaikan itu mengandung makna yg dalam dan universal? saya pernah membaca sebuah kitab dari sebuah agama lain, saya tercengang melihat isinya, kenapa seperti membuat resep masakan saja? apakah cara tuhan berwahyu seperti itu? dimana letak grammernya? dimana letak kesusastraannya? dimana letak ‘wibawa’nya sebagai seorang tuhan?
sesungguhnya pada diri setiap pemimpin itu ada sifat ketuhanan, yg bijak, indah tutur katanya, bermakna sangat luas dan pengucapan yg penuh wibawa. kita semua pasti tahu, pemimpin yg tidak berwibawa niscaya akan dilecehkan oleh rakyatnya, pemimpin yg tidak mempunyai confidence yg tinggi niscaya akan sangat mudah di tekan kepalanya oleh orang lain.
sebagai orang yg berpendidikan dan senantiasa menggunakan logika dalam mencari kebenaran, terutama terhadap sesuatu yg amat sangat penting yaitu siapakah Tuhan yg sepantasnya disembah oleh orang secerdas saya? karena saya sangat tidak rela menundukkan kepala saya yg sangat mulia ini ke kaki si tuhan yg bodoh dan tak berwibawa.
dan dengan akal sehat dan ketinggian tingkat kecerdasan yg saya miliki, saya harus mengakui bahwa hanya Allah lah tuhan yg dapat menaklukkan kecerdasan saya dan membuat saya dengan penuh kerelaan hati memohon ridhaNya untuk menerima saya sebagai hambaNya. Muhammad, seperti yg saya sampaikan diatas tadi, ia bagai mutiara yg tumbuh di lumpur. disaat manusia seperti binatang, apa mungkin akan lahir seorang anak manusia yg sangat mulia? karena Allah dapat menciptakan dunia dengan segala isinya maka tidak ada kesulitan bagiNya untuk menciptakan seorang makhluk mulia meskipun berasal dari lingkungan ‘kotor’. dari sejarah hidupnya yg saya baca mulai sejak Ia dari dalam rahim seorang ibu yg baik dan seorang ayah yg juga baik, dan mempunyai seorang kakek yg juga terjaga kemurnian akhlaknya dari kebejatan jahiliyah, hingga beliau remaja, dewasa, menikah, memiliki anak, cucu, sampai akhir hayatnya, sering membuat ku menitikkan air mata dan ‘memprotes’ Allah (astaghfirullahal adziim) kenapa saya tidak dilahirkan di zaman Muhammad, saya merasa sangat cemburu kepada saudara-saudara saya yg bisa menatap Rasulullah secara langsung, mendengarkan tutur katanya dan sifat-sifat terpuji beliau lainnya. namun demikian aku merasa masih tetap beruntung karena Allah telah memberiku kecerdasan yg tinggi dan hati yg bersih, sehingga nikmat menjadi seorang muslim itu tetap dapat aku rasakan meskipun sudah 1400an tahun yg lalu manusia yg paling aku cintai dan selalu aku banggakan itu telah wafat. alhamdulilah..alhamdulillah..alhamdulillah..aku bersyukur padamu ya Allah Tuhan yg telah menjadikan semesta dan memberi aku kecerdasan sehingga mampu menangkap kebenaran yg Engkau pancarkan sehingga aku berada satu kelompok dengan manusia yg paling mulia di atas dunia ini yaitu kekasihmu MUhammad SAW.
“BULAN TERBELAH” buat aku, meskipun tidak ada cerita raja india yg mempunyai cerita dan saat yg bersamaan, meskipun tidak ada cerita rakyat china dan jepang ttg terbelah bulan, meskipun tidak ada penemuan dari astronout amerika ttg hal itu, SAYA PERCAYA BULAN MEMANG TERBELAH. buat saya cerita-cerita lain yg ditulis selain dalam Alquran dan atau dikisahkan dalam Hadis orang paling jujur di dunia itu, tidak mempengaruhi apapun di hati saya, kenapa? karena saya dan mereka boleh jadi sama pengetahuannya, dan tingkat kecerdasan dan kebaikan hatinya, jadi tidak ada tuntutan dari dalam hatiku sendiri untuk mempercayai atau terpengaruh oleh cerita mereka terlepas benar atau salah cerita itu. sekali lagi untuk penegasan SAYA MEMPERCAYAI TELAH TERBELAH BULAN pada masa Rasulullah karena itu sudah dituliskan dalam Alquran imamnya orang-orang cerdas yg padanya selalu ditemukan semua teka teki dunia, dan di sampaikan oleh manusia paling mulia di atas dunia ini yaitu Muhammad SAW. Jika bukan karena dua hal tersebut di atas, DEMI ALLAH yang telah memberiku kecerdasan, aku tidak akan percaya.
mengenai temuan amerika, sebagai umat islam yg tidak mengharap adanya bantuan dari orang bukan Islam, dengan tegas saya katakan jika yg diberitakan itu adalah sebuah kebenaran, maka yg beruntung adalah diri mereka sendiri. Islam tidak akan naik kemuliaannya hanya karena adanya pengakuan dari temuan ahli arkeolog ttg bulan terbelah itu, dan juga Islam tidak akan menurun kemuliaannya hanya karena mereka tidak tunduk kepada Allah tuhan umat Islam. sesungguhnya ada atau tidak adanya mereka tidak memberi pengaruh apa apa bagi kita umat Islam.
semoga Allah selalu memberi kita petunjuk jalan yg benar..
amin…
wassalam.

28 11 2007
Fitra

adakah artikel resmi atau yang bisa dipercaya baik dari dalam islam atau luar, yang menyatakan secara ilmiah dan benar2 ada tanda2 bahwa bulan pernah terbelah ?

11 12 2007
haz

apa yang di cakap kan mengenai bulan yang pnh terbelah adalah benar..
itu adalah satu mukjizat yang ALLAH S.W.T berikan kepada RASULULLAH S.A.W.
sebagai umat ISLAM kita seharus nya mempercayai bukan nya ragu2..

25 01 2008
aang

Allahu Akbar.
sungguh ironis yang membuktikan kebenaran Al Qur’an justru orang non muslim. seharusnya kaum muslim lah yang berkewajiban untuk membuktikan kebenaran Al Qur’an. karena dalam ayat-ayat di Al Qur’an kita selalu diperintahkan untuk berpikir dan merenungkan. kalau saya mengambil makna adalah membuktikan untuk mengkokohkan keimanan kita dan juga syiar kita.
ada satu bukti lagi mengenai air tawar dan air asin dipisahkan oleh dinding pembatas (tidak tercampur). tapi afwan saya lupa ayatnya dan lagi-lagi yang menemukan profesor atheis yang seketika menemukan temuan itu ia langsung beriman pada kebenaran Al Qur’an dan langsung masuk islam.
Allahu Akbar!

26 08 2008
M. Harisman

Investigasi/Counter Inti Berita

1. Moon Rille

http://apod.nasa.gov/apod/ap021029.html
[29 October 2002]
What could cause a long indentation on the Moon? First discovered over 200 years ago with a small telescope, rilles (rhymes with pills) appear all over the Moon. Three types of rilles are now recognized: sinuous rilles, which have many meandering curves, arcuate rilles which form sweeping arcs, and straight rilles, like Ariadaeus Rille pictured above. Long rilles such as Ariadaeus Rille extend for hundreds of kilometers. Sinuous rilles are now thought to be remnants of ancient lava flows, but the origins of arcuate and linear rilles are still a topic of research. The above linear rille was photographed by the Apollo 10 crew in 1969 during their historic approach to only 14-kilometers above the lunar surface. Two months later, Apollo 11, incorporating much knowledge gained from Apollo 10, landed on the Moon.

Tambahan Keterangan [by HS] :
Rille yang ditampilkan dalam foto adalah hanya sebagian kecil dari permukaan bulan (rille yang di foto dinanamakan Rima Hyginus Rille, dan dikategorikan sebagai straight & branching rilles dengan panjang sekitar 300 km). Rille ada di seluruh permukaan bulan, dan belum ada kesimpulan bahwa kalau keseluruhan rilles tersebut dirangkai akan membentuk persambungan utuh sepanjang diameter bulan.
Kesimpulan penelitian yang ada belum sesuai dengan yang sudah secara sangat sederhana disimpulkan pada artikel ‘bulan terbelah’.

Jika masih penasaran dengan masalah takikan di permukaan bulan, lebih jauh bisa di Google dengan key “moon rille”. Beberapa link yang didapatkan adalah :
http://en.wikipedia.org/wiki/Rille
http://www.thunderbolts.info/tpod/2006/arch06/060315rille.htm [The Moon and Its Rilles]

2. Dr. Zaghloul El-Naggar

Homepage resmi dari Beliau ada di :

http://www.elnaggarzr.com/en/index.php

Banyak artikel science dan Islam (hampir sama dengan tema yang diangkat oleh Dr. Harun Yahya) di web tersebut, tetapi (sejauh yang bisa saya explore di semua halaman di web itu, serta menggunakan search yang ada) tidak ada yang membahas “moon rille”, “moon split”, atau “moon crack”, bahkan serach kata “moon” saja tidak menghasilkan link.

26 08 2008
M. Harisman

Kesimpulan (by HS)

1. Photo pada artikel “Bulan terbelah” adalah benar (tanpa modifikasi) bersumber dari NASA, tetapi narasi kesimpulan terhadap ‘rille’ yang di photo tidak bersumber dari NASA.

2. Pengambilan kesimpulan bukti “bulan terbelah” hanya berdasarkan satu atau beberapa photo rille adalah sangat dangkal, dan hanya memberikan/menghasilkan bahan olok-olokan dari pihak non-muslim. Apakah ini karena sedemikian tertinggalnya Ilmuwan-ilmuwan Muslim di zaman sekarang ini??

3. Kutipan dari Sumber Web Asli, yang membahas secara lengkap kronologis berita temu wicara di televisi (televise mana, disiarkan kapan, apakah ada arsipnya, …) bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, tidak berhasil saya ditemukan di Internet.

4. Tambahan informasi dari Daud Musa Pitkhok (??) ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris (??) bahwa pernah menonton di televisi Inggris (BBC) mengenai diskusi dengan kesimpulan “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!”, hanya dapat saya temukan versi bahasa Indonesianya. Berbagai search keyword yang serupa dalam bahasa Inggris tidak menghasilkan link.

5. Sebagai Muslim, tidak ada keraguan akan hadits shahih yang menerangkan terbelahnya bulan oleh Rasulullah. Tetapi iman/percaya akan mukjizat ini, tidak ada relevansinya dengan harus mempercayai artikel bukti terbelahnya bulan hanya berdasarkan photo Rille dari NASA. Pembuktian Ilmu harus secara kaidah Ilmiah, dan harus di acknowledge oleh beberapa Ilmuwan lainnya. Ilmuwan NASA belum pernah menyimpulkan semacam ini, dan juga belum ada Ilmuwan Muslim yang (secara shahih) menyimpulkan hal semacam itu.

6. Mukjizat nabi tidak perlu dukungan pembuktian Ilmiah. Kalau memang akan dilakukan, menyandarkan suatu pembuktian Ilmiah kepada Mukjizat hanya boleh jika benar-benar pembuktian ilmiah tersebut disepakati oleh semua pihak seperti jelasnya perbedaan warna hitam dan putih. Dalam dunia Ilmiah hal ini sudah dikategorikan sebagai Hukum (Hukum Gravitasi, Hukum Kekekalan Energi, …). Bagaimana kuatnya pun suatu teori (semisal Teori Relativitas Einstein), belum bisa diakomodir untuk suatu pembenaran Mukjizat.

7. Mungkin perlu direnungkan secara mendalam:
“jika Allah berkehendak memperlihatkan secara hitam putih suatu kebenaran, maka adalah sangat mudah bagi-Nya untuk melakukannya dan tidak ada sesuatupun yang dapat menghalanginya”. Tetapi, manusia diciptakan bukan untuk hal sesederhana itu – hanya untuk melihat kebenaran hitam putih (mukjizat/keajaiban yang sangat nyata) tanpa perlu proses pencarian, fikr, dan kemudian berserah diri. Manusia diberikan kemampuan akal dan kalbu yang sangat powerful, dimana dengan bekal itu kita ditugaskan untuk menggali dan mendapatkan kebenaran itu dari dasarnya, tentunya dengan tuntunan utama Al-Qur’an.
_________________________________

Akhirul Kalam (by HS)

Keajaiban / mukjizat terpampang setiap hari dihadapan kita, baik disadari ataupun tidak, tetapi berapa banyak orang yang melihat/mengalami mukjizat tersebut yang menjadi beriman tanpa rahmat dari Allah?

Pada saat Nabi secara kasat mata memperlihatkan Mukjizat yang dikaruniakan kepada beliau, seperti bulan terbelah, Israj Mi’raj, dll. (ada ratusan mukjizat yang dirangkumkan dari hadits shahih, yang secara lengkap dapat dilihat pada buku yang banyak tersedia di TB. Muslim, seperti TB. WaliSongo, dll), berapa banyak yang menjadi beriman dengan hal tersebut? Terkadang, malah mukjizat tersebut menjadi cobaan dan tidak menjadi peneguh.

Mari kita berkonsentrasi mempermantap Aqidah dan menebalkan Iman, utamanya di bulan Ramadhan 1429H ini, dengan melakukan satu step langkah maju, mulai melakukan tadabbur Al-Qur’an – mempelajari isi Al-Qur’an. Boleh jadi dengan ilmu yang terus bertambah, suatu saat mata bathin kita terbuka sehingga dapat melihat secara jelas hakikat yang mungkin masih belum terlihat oleh kita di saat ini.

Wallahu’alam bisshawab.

9 01 2009
omtobat

Tambahan Keterangan [by HS] :
Rille yang ditampilkan dalam foto adalah hanya sebagian kecil dari permukaan bulan (rille yang di foto dinanamakan Rima Hyginus Rille, dan dikategorikan sebagai straight & branching rilles dengan panjang sekitar 300 km). Rille ada di seluruh permukaan bulan, dan belum ada kesimpulan bahwa kalau keseluruhan rilles tersebut dirangkai akan membentuk persambungan utuh sepanjang diameter bulan.
Kesimpulan penelitian yang ada belum sesuai dengan yang sudah secara sangat sederhana disimpulkan pada artikel ‘bulan terbelah’

jangan permasalahkan soal straight & branching rilles dengan panjang sekitar 300 km …yang pasti terjadinya ini ada sebabnya kan?…..sebabnya itulah yang di cari. letusan gunung dan gempa apasih yang paling besar dibumi sehingga bisa bikin garis sepanjang itu..wah kayaknya gak ada tuh? apa lagi di bulan ada gak gunung aktive? selama pergerakan lempengan di bumi belum ada tuh bisa membentuk garis sejajar seperti itu dgn luas 300 KM lebih, ada sih di sumatra…tapi malah jadinya bikit barisan bukan membentuk garis yang pernah terbelah. jadi peristiwa apa dong yang menyebabkan bulan bisa seperti itu brow? kok ya bisa pas dgn alquran “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka melihat suatu tanda, mereka berpaling dan berkata, “Sihir yang terus menerus.” (Al-Qamar: 1-2) masa semua hanya kebetulan brow?

3 02 2009
jibril

hahaha, tak masuk akal. kalo ketabrak meteor emang sering. tp klo
putus,.. nyambung,.. putus nyambung lagi trus diputus lagi, kemudian disambung lagi. mana ada coyyyy!

28 05 2009
yulian danakarsa

Allahu Akbar……… tiada yang tak mungkin bagi_NYA……….

19 02 2010
hanifah

subhanallah , keren banget ..
aku jadi pengen ke jaman dulu , liat langsung peristiwa itu ..

memang Allah SWT Maha Besar dan Maha Berkehendak .. 🙂

19 05 2010
enda

Tidak ada yang mustahil bagiNya……..!!!

28 08 2010
Ummu Firdausi

Good job, M Harisman, I follow you. Saya suka penjelasan yang masuk akal dan obyektif. Buat yg lain, fanatik ya fanatik, tapi jangan membabi buta deh, malu kan kalau ternyata itu gak bener. Udah gitu disebar-sebarin ke mana-mana lagi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: